Syiar dan Dakwah Islam melalui Blog dan Media Internet: Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Ketinggian Islam

Kemajuan teknologi informasi dewasa ini, khususnya di Indonesia, telah membuka kesempatan yang besar bagi banyak hal. Salah satunya adalah penggunaan teknologi informasi (TI) untuk melakukan syiar Islam dan aktivitas kebaikan lainnya. TI memberikan pilihan baru bagi umat Islam dalam mencari ilmu, bertukar pengetahuan, atau bertanya mengenai topik-topik keislaman. TI juga memberikan kemudahan bagi kita untuk bisa melakukan aktivitas kebaikan dengan jangkauan yang luas, bahkan seluruh dunia. Keuntungan-keuntungan yang dimungkinkan dengan adanya TI ini sepatutnya kita gunakan dalam hal-hal yang positif dan bermanfaat serta tetap syar’i.

Akan tetapi, TI tidak hanya dimanfaatkan oleh manusia sebagai sarana melakukan hal-hal positif saja. Seperti kita ketahui, internet sebagai media dari pelaksanaan TI berisi berbagai macam konten, mulai dari konten yang sangat baik hingga yang sangat buruk. Semua konten itu bercampur baur di internet, dan kita sebagai penggunanya mempunyai akses baik ke konten yang positif maupun konten yang negatif. Memang sudah sunnatullah bahwa ada yang baik dan ada yang buruk di dunia ini. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjadi baik dan meminimalisasi bahkan menghilangkan keburukan.

Didasari atas kondisi internet yang di dalamnya terdapat konten positif dan negatif, saya mempunyai pikiran bahwa untuk meminimalisasi pengaruh keburukan yang ada, khususnya di internet, maka perlu adanya penyeimbang dalam bentuk konten yang positif. Sebagai perumpamaan, ada sebuah bejana penampungan air yang berisi air yang mengandung kadar keasaman tinggi. Saya membutuhkan air tersebut sebagai pelepas dahaga, tapi air tersebut tidak dapat diminum karena berbahaya bagi tubuh. Ada dua hal yang dapat saya lakukan untuk menghilangkan dahaga. Pertama, dengan membuang air yang ada pada bejana tersebut, kemudian mengambil air yang dapat diminum dari tempat lain. Kedua, dengan mencampur air dengan kadar keasaman tinggi tersebut dengan air dengan kadar basa tinggi, sehingga saya mendapatkan air yang cukup netral dan dapat dikonsumsi. Saya mungkin perlu melakukan penyaringan air tersebut agar didapat hasil air yang baik.

Pada perumpamaan di atas, internet diibaratkan sebagai sebuah bejana penampungan air. Bejana itu menampung air berkadar asam tinggi, layaknya internet yang berisi banyak konten-konten negatif. Saya, dan juga banyak pengguna internet lainnya pasti ingin mendapatkan konten positif dan menghindari konten negatif. Ada dua hal yang dapat dilakukan, yaitu dengan membuang seluruh konten dan informasi yang ada di internet dan mengisinya dengan hal-hal yang positif saja, atau dengan menambahkan konten dan informasi positif pada internet untuk menyeimbangkan dan meminimalisasi konten negatif yang ada. Cara pertama jelas hampir tidak masuk akal, karena konten negatif yang ada di internet sangat banyak dan akan tetap ada walaupun telah dihilangkan dan dilarang. Saya menawarkan cara kedua sebagai solusi karena cara ini lebih bisa kita lakukan, yaitu dengan memasukkan banyak hal-hal positif dan bermanfaat ke dalam internet. Walaupun begitu, bukan berarti kita mendiamkan saja konten negatif yang ada. Kita juga harus mengurangi dan meminimalisasi konten negatif tersebut. Terakhir, perlu kita lakukan penyaringan agar konten dan informasi yang kita dapat dari internet adalah hal yang baik dan bermanfaat serta benar.

Hal yang telah saya paparkan sebelumnya, yaitu mengisi internet dengan konten dan informasi positif, berkaitan erat dengan pemanfaatan TI sebagai sarana syiar dan dakwah Islam. Konten dan informasi positif yang saya maksud dapat berupa ilmu, wawasan, dan pengetahuan keislaman, yang dapat meningkatkan pemahaman keislaman pengguna internet, terutama umat islam. Dengan adanya banyak konten keislaman di Internet, umat Islam dapat dengan mudah memperkaya pemahaman dan pengetahuannya. Di sisi lain juga menjadi penyeimbang terhadap banyaknya konten negatif yang ada di internet.

Salah satu langkah nyata adalah dengan membuat website atau situs web yang bertujuan untuk syiar dan dakwah Islam. Situs ini bisa berisi beragam hal tentang Islam, mulai dari keilmuan seperti fiqih, syariah, muamalah, tauhid, atau tanya jawab dengan ustadz yang kompeten. Di situs ini juga bisa disediakan forum diskusi yang di dalamnya membahas masalah dan topik keislaman sehingga bisa tercipta kondisi saling bertukar pengetahuan islam antara para anggotanya. Informasi-informasi mengenai acara-acara keislaman seperti pengajian, taklim, atau lomba pun bisa disediakan pada situs ini. Secara umum, situs ini menawarkan konten keislaman yang beragam dan bisa dimanfaatkan oleh semua pengguna internet, khususnya umat Islam.

Ada juga langkah lain yang lebih sederhana, yaitu dengan membuat blog. Blog atau weblog adalah salah satu media pertukaran informasi di internet, di mana pemilik blog menulis tulisan-tulisan yang dapat dikomentari oleh pengunjung. Terkait dengan pemanfaatan blog sebagai salah satu sarana syiar dan dakwah Islam, kita bisa menulis tulisan-tulisan yang positif dan bermanfaat, contohnya artikel keislaman. Hal itu saya lakukan di blog pribadi saya, dengan menuliskan tulisan yang terkait dengan keislaman. Tidak melulu harus tulisan keislaman karena tulisan lain yang mengandung hal baik dan bermanfaat pun adalah konten positif. Anda yang membaca tulisan ini pun bisa melakukan hal tersebut, yaitu dengan mengisi blog pribadi anda dengan hal-hal yang positif. Saya, anda, dan kita semua bisa menjadi subjek dari proses yang baik ini, yaitu dengan mengisi blog kita dengan konten-konten yang positif, salah satunya tentang keislaman. Sesuai dengan perumpamaan yang saya berikan, semakin banyak orang yang mengisi blognya dengan konten-konten positif, maka akan semakin banyak konten dan informasi positif yang ada di internet. Ketika semakin banyak konten dan informasi positif yang ada di internet, maka itulah salah satu pemanfaatan dari teknologi informasi khususnya internet sebagai sarana syiar dan dakwah Islam.

Saya teringat akan sebuah pelajaran sederhana yang disampaikan oleh K.H. Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan Aa’ Gym. Pelajaran sederhana tersebut adalah prinsip 3M. Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal-hal yang kecil, mulai dari sekarang. Kita semua bisa menjadi bagian dari kemajuan dan ketinggian Islam, caranya adalah dengan memulainya dari diri kita sendiri. Salah satu caranya dengan mengisi konten positif ke dalam internet, khususnya melalui tulisan di blog, atau media informasi lainnya. Mulailah dari hal-hal yang kecil, bila kita belum mampu untuk membuat tulisan dengan topik yang sulit, cobalah dengan topik yang ringan terlebih dahulu. Pada salah satu hadits dikatakan bahwa, “Sampaikanlah walau hanya satu ayat.” Jadi, kita tidak harus langsung menulis dengan topik keislaman yang di luar kemampuan kita. Dan mulailah dari sekarang, seperti saya memulainya dengan tulisan ini.

Mulailah dari diri sendiri. Mulailah dari hal-hal kecil. Mulailah sekarang juga!

Saya berharap ada tulisan ini dapat menjadi saran dan masukan bagi kita semua umat Islam untuk bisa memanfaatkan berbagai macam sarana yang ada untuk syiar dan dakwah Islam. Syiar dan dakwah Islam tersebut dapat kita lakukan dengan mengisi konten-konten positif dan bermanfaat pada blog pribadi kita atau media informasi lainnya. Teknologi informasi, salah satunya internet, bisa menjadi sarana kita dalam melakukan syiar dan dakwah keislaman, yang merupakan bagian ibadah kita kepada Allah. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi saya, anda, dan kita semua untuk melakukan aktivitas kebaikan di mana pun, kapan pun, dan dengan sarana apapun, tentunya secara ikhlas hanya untuk mendapat ridho Allah SWT. Amin.

Mohamad Sidik
Kemayoran, 13 November 2009

~Tulisan ini dibuat sebagai bagian keikutsertaan penulis pada Lomba Blog FUKI Fair 2009~

Bangkitlah Kawan, Engkaulah Harapan Masa Depan!

Prolog: Sewaktu membuka kembali arsip lama tulisan saya di “rumah lama”, saya menemukan “harta” yang cukup berharga. Bahkan awalnya saya agak kurang percaya kalau tulisan ini saya yang menulis. Silahkan dinikmati, semoga bisa menyadarkan kita semua untuk bisa terus semangat memperbaiki diri.

Seruan ini ditujukan bagi jiwa-jiwa yang kehilangan jiwa
Seruan ini ditujukan bagi ruh-ruh yang kehilangan ruh

Seruan ini ditujukan bagi diri-diri yang kehilangan hakikat diri

Bangkitlah, Bangkitlah, Bangkitlah

Di hadapanmu telah terbentang medan perjuangan

Bersegeralah untuk berangkat menuju keridhoan Illahi

Semangat, satu kata yang sering hilang dengan sendirinya dari kamus hidup kita. Kalaupun tidak hilang minimal cahayanya meredup. Kisah meredupnya cahaya semangat ini tidak hanya dialami dirimu kawan, tetapi juga saya, dia, mereka dan kita semua alami. Karena memang lumrah adanya apabila manusia dapat merasakannya.

Dalam hadits Rasulullah bersabda “Al imanu yazid wa yankus”. Iman itu naik dan turun. Layaknya keimanan manusia yang naik dan turun, pada semangat pun dapat terjadi hal tersebut. Memang, semangat dan keimanan memiliki suatu hubungan yang dekat. Seseorang yang sedang turun keimanannya pasti akan turun pula semangatnya untuk beribadah, belajar, ataupun segala macam perbuatan yang baik dan bermanfaat. Begitu pula sebaliknya.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kita menginginkan diri kita mengalami krisis semangat yang berdampak pula pada krisis keimanan?? Saya bisa memprediksi bahwa jawabannya tidak ingin hal seperti itu sampai terjadi. Kalaupun ada orang yang menginginkan dirinya terus tidak semangat, orang itu diduga memiliki gangguan. Gangguan apa?? Yang jelas dia menderita gangguan semangat.

Hal pertama yang harus dilakukan oleh penderita krisis semangat adalah menyadari ada yang salah dalam dirinya. Dengan adanya kesadaran dari dalam hati, Insya Allah jalan menuju kebaikan akan terbentang luas. Berbeda keadaannya dengan yang tidak sadar, jelas dia tidak akan menerima apabila ada orang lain yang menyampaikan kebenaran.

Dalam kaitannya dengan kondisi kita sebagai mahasiswa, kesadaran yang harus kita bangun adalah kesadaran bahwa masa perkuliahan telah mulai kembali. Baik mahasiswa lama maupun mahasiswa baru pastinya tidak menginginkan ketika kuliah nanti terganggu dengan hilangnya semangat untuk belajar.

Setelah tumbuh benih kesadaran dalam diri kita, yang harus kita lakukan adalah pengobatan jiwa kita. Proses ini dapat kita lakukan sendiri. Tiap-tiap jiwa manusia membutuhkan makanan lahiriah dan makanan batiniah. Seringkali manusia melupakan hal tersebut dan hanya mementingkan makanan lahiriah saja. Akibatnya, jiwa kita mengalami dahaga akan kesegaran batiniah.

Semangat dan keimanan adalah zat-zat yang harus dikonsumsi oleh manusia untuk mencukupi takaran kebutuhan akan makanan batiniah. Karena seperti yang telah saya terangkan di atas bahwa dua zat di atas sering mengalami penurunan kadar. Proses pengobatan jiwa pun menggunakan metode-metode yang dapat meningkatkan kadar semangat dan keimanan dalam diri kita.

Berbagai macam ibadah kepada Allah dapat menjadi obat bagi krisis semangat dan keimanan. Beberapa waktu lalu sering kita dengar alunan lagu “Tombo Ati” atau obat hati yang dibawakan oleh Opick. Obat itu terdiri dari lima perkara yaitu membaca Al-Qur”an dan maknanya, mendirikan shalat malam, berkumpul dengan orang sholeh dalam majelis ilmu, Perbanyak shaum(puasa) sunnah, dan berzikir pada setiap waktu. Insya Allah dengan mempraktekkan kelima perkara tersebut dengan Ikhlas, krisis semangat dan keimanan pun akan hilang dari diri kita.

Intinya adalah kita harus mendekatkan diri dengan yang Pencipta kita, Allah Azza Wa Jalla. Seorang muslim hendaknya menjadikan Allah sebagai sumber semangat dirinya. Semakin kita dekat dengan Allah, Niscaya semangat hidup kita akan bertambah. Jadi, tunggu apa lagi untuk bisa bermesraan dengan Kekasih Yang Terkasih, Allah Robbul Izzati.

Semoga dengan kita menyadari kondisi kita sebagai manusia yang ada kalanya semangat dan keimanannya turun, Allah akan menerangi hati-hati kita dengan pelita kebenaran. Kesadaran pribadi tersebut selanjutnya diaplikasikan dengan tertanamnya azzam(tekad) dalam hati kita untuk memperbaiki diri kita. Tekad yang kuat tersebut terealisasikan dengan program perbaikan yang dapat mengobati kondisi jiwa yang haus akan keimanan kepada Allah.

Formula meningkatkan semangat dan keimanan :
Sadar -> Niat dan Tekad -> Ikhtiar dan Doa

Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, condongkanlah hatiku pada dienMu dan pada Ketaatan kepadaMu.

Sidicx
Kemayoran City 220806

Anak Hilang Itu Kini Telah Kembali: Saatnya Mengejar Ketertinggalan!

Hari Sabtu lalu, tepatnya tanggal 24 Oktober 2009 lalu bisa dibilang adalah salah satu hari bersejarah bagi diri saya. Yah, setidaknya dalam 3 tahun terakhir ini. Semuanya diawali dari sebuah sms di pagi hari yang berasal dari Kak Pandu. Di sms itu beliau minta saya untuk datang sore harinya jam 5 untuk ikut liqo (untuk selanjutnya saya akan menggunakan kata ngaji, just my preference not to use ‘liqo’ too much ). Jujur saya kaget dan 3/4 nggak percaya. Kenapa begitu? nanti di bagian bawah saya ceritakan. Karena nggak percaya, akhirnya saya nge-sms Sonny buat nanyain sms itu beneran nggak atau cuma salah kirim. Karena lama nggak dibales sama Sonny, akhirnya saya telpon aja dan di-confirm sama Sonny bahwa sms ajakan itu valid. Wah, Alhamdulillah banget…akhirnya penantian yang “cukup lama” bisa kesampaian juga.

Kenapa sampai Alhamdulillah banget?? Jawabannya adalah karena saya udah lama nggak ngaji, dalam artian ngaji (liqo), bukan ngaji yang lain. Terakhir saya ingat benar-benar ngaji adalah Ramadhan tahun 2006, udah lama kan?? Waktu itu alasan nya ‘menghilang’ adalah nggak begitu cocok sama abang yang baru, karena pas itu saya baru aja di-transfer ke kelompok yang baru. Awalnya males dateng, berlanjut nggak pernah dateng, sampe akhirnya saya ‘menghilang’. Saya menjadi anak hilang yang benar-benar hilang dari alumni rohis 68. Selama 2 tahun selanjutnya, hampir nggak pernah saya datang ke 68. Saya sibuk ‘bermain’ dan beraktivitas di UI, tepatnya kampus saya di Fasilkom UI. Ya, saya saat itu dianggap anak hilang.

Memang sih pernah sewaktu tahun 2007 saya diajak untuk ngaji lagi sama Bang Hendrico, alumni 68 yang juga alumni Fasilkom. Awalnya saya bisa ngikut, tapi lama kelamaan karena jadwalnya nggak tentu kadang ada kadang enggak, ditambah lagi teman sekelompok yang masih ‘kurang dekat’ akhirnya saya kembali ‘menghilang’ dan nggak ikut lagi. Setelah itu, sampai kemaren sebelum hari Sabtu sore, saya belum pernah ngaji lagi. Tapi, bukan berarti saya nggak belajar Islam karena saya nggak ngaji. Saya tetap ngejalanin ibadah wajib atau sunnah, ikut kajian, diskusi islam juga. Bedanya, saya nggak ngaji.

Walaupun begitu, ternyata batin saya ngerasain bahwa ada yang ‘kurang’ kalo belum ngaji. Dan hal itu benar-benar membuncah dan sampai pada puncaknya saat saya berusaha bangkit dari keterpurukan saya di pertengahan tahun ini. Pada saat itu, di saat saya lagi down-downnya, saya berpikir bahwa satu-satunya yang bisa ngebantu saya cuma Allah. Dan cara untuk itu adalah dengan mendekatkan diri dengan Allah, salah satunya dengan ngaji lagi. Setelah itu saya langsung berusaha untuk bisa kembali ngaji lagi. Sayangnya saat itu saya masih ngerasa malu dan nggak pede mau cerita ke sahabat-sahabat saya di kampus. So, saya berusaha minta tolong ke link di alumni 68 aja.

Akhirnya langkah nyata pertama saya adalah dengan dateng ke SMA 68 lagi. Yah, kedatangan on purpose yang pertama kalinya setelah 2-3 tahun, yaitu untuk bermain futsal. Waktu itu kalo nggak salah hari kedua puasa, saya diundang Zulhanif dateng buat maen bola sambil nunggu buka puasa di 68. Saya putuskan untuk dateng, sekalian juga untuk mengembalikan kepercayaan diri saya untuk menghadapi dunia (saat itu adalah masih masa recovery saya). Nah, pas bermain futsal itu saya ketemu sama Ismud, mantan ketua rohis sebelum saya. Pas ngeliat saya datang, dia langsung bilang, “wah, ada Sidik…kemane aja ente??”. Sudah saya duga sih, hehe…*garuk-garuk kepala* Setelah selesai maen bola, saya ngobrol empat mata dengan dia, saya ceritakan masalah saya termasuk masalah kelulusan yang tertunda dan kondisi tarbiyah saya. Ismud berjanji untuk mencarikan abang dan kelompok untuk saya, dan akan ngasih kabar dalam 1 pekan.

Dan satu pekan pun telah berlalu. Nggak ada kabar dari Ismud, yang membuat tekad dan niat saya untuk ‘kembali’ sempat surut. Padahal waktu itu saya udah memproklamasikan diri untuk tidak menjadi Bang Thoyib. Oia, mungkin ada yang masih nggak ngeh yah. Bang Thoyib kan di lagu dangdut itu katanya udah 3 kali puasa 3 kali lebaran nggak pulang-pulang. Nah, kalo saya Ramadhan tahun ini masih belum ‘kembali’ juga, artinya saya sama aja sama Bang Thoyib, udah 3 kali puasa 3 kali lebaran nggak pulang-pulang (buat ngaji lagi). Gitu maksudnya. Namun, akhirnya saya terpaksa jadi Bang Thoyib juga karena sampai lebaran pun masih nggak ada kabar.

Tapi saya tetap nggak putus asa. Saat itu yang saya lakukan ada mempersiapkan diri untuk ngaji lagi, walaupun saya akui kadang masih suka ngaco juga kelakuannya (karena belum ngaji lagi). Harapan datang lagi diawali adanya sms dari Kak Pandu pada tanggal 5 September yang memberi tahu tentang pernikahannya yang akan dilakukan tanggal 17 September. Yang saya pikirkan saat itu hanya 2 hal: datang atau tidak datang. Nggak datang karena saya nggak pede ketemu lagi sama alumni-alumni rohis, setelah saya jadi anak hilang begitu lama. Tapi di lain sisi, saya harus datang karena ini kesempatan baik untuk bisa berhubungan lagi dengan teman-teman alumni rohis. Sekalian juga kesempatan buat saya untuk bisa ngaji lagi. Keputusan akhir: saya datang, Insya Allah!

Waktu berlalu, tibalah H-1 dari walimah Kak Pandu. Karena saya mencari teman untuk datang ke acara itu, saya akhirnya mengontak Sonny, sahabat saya yang sudah 3 tahun tidak saya hubungi (karena jadi anak hilang). Alhamdulillah penerimaannya baik dan kita janjian ketemu pas hari-H di paginya untuk ngasih tau tempat dan peta lokasi. Hari-H adalah tanggal 17, hari Sabtu, waktu yang sama dengan pelaksanaan Sabtu Pelangi di kampus saya. Awalnya saya berniat untuk ke kampus dulu dateng ke SabPel, baru kemudian datang ke walimahannya agak siangan dengan menggunakan motor. Setelah ketemu dan dikasih lihat petanya, saya langsung bingung, kuatir nggak nyampe ke lokasi alias nyasar muter-muter Bekasi :D. Setelah dipikir-pikir, akhirnya saya membatalkan niat saya ke Depok, dan motor saya titipkan di kampus UI Salemba. Kami ber-8 barengan naek kendaraan umum ke lokasi.

Singkat cerita, selama pelaksanaan walimah, saya banyak cerita saya Sonny tentang kondisi saya, sambil minta tolong untuk ngasih tahu Kak Pandu untuk mencarikan kelompok ngaji buat saya. Di acara itu juga saya akhirnya setelah 2 tahun lebih ketemu sama Kak Nalen, Kak Amar, dan yang lainnya. Senang rasanya seperti saudara yang udah lama nggak ketemu. Perjalanan juga overall seru dan asyik, dan bikin saya bisa kenal dengan calon teman-teman saya di kelompok saya selanjutnya (wah, spoiler! :D). Selain cerita-cerita sama Sonny, kita juga merencanakan untuk membuat Silaturahim Rohis 68 angkatan 2005 “Robbaniyyin”, setelah mungkin 4 tahun nggak pernah ngumpul-ngumpul. Sonny ngasih kepercayaan buat saya yang ngurus (wajar sih…bentuk pertanggungjawaban, hehe…) dan dengan senang hati saya terima, coz I love to organize event, apalagi acara yang bagus kayak gini.

Pulang dari acara walimahan, saya punya ekspektasi besar untuk bisa kembali dengan sukses. So, sejak Sabtu tanggal 17 itu saya nunggu kabar dari Sonny. Tapi emang Sonny nggak ngasih tau kalo dia ternyata udah bilang ke Kak Pandu. Eh, tau-tau yang datang adalah sms langsung dari bos-nya, haha…Tapi, sekali lagi ini Alhamdulillah banget karena ternyata prosesnya nggak ribet sama sekali, nggak perlu macem-macem langsung diajak ikut ngaji ke kelompok yang udah established. Padahal pada saat ini ‘level’ saya jelas ketinggalan jauh dibanding teman yang lainnya. Bayangkan seorang banyak pelari yang berlari bersama-sama. Di tengah jalan ada yang berhenti sebentar, ada yang berhenti lama, dan ada yang berhenti 3 TAHUN! entah sudah sejauh mana pelari yang terus melanjutkan larinya…

Dan akhirnya harapan saya kesampaian juga, ngaji lagi untuk pertama kalinya setelah 3 tahun lebih (yang tahun 2007 nggak saya hitung karena nggak dapet feel-nya :D). Wow! rasanya campur aduk banget deh…dari mulai excited, ragu-ragu, grogi, kaku, sampe sok nyantai, haha…Tapi semuanya hilang segera setelah ngaji dimulai dengan segala isinya…At that time, I knew that my decision was right! This is what I’m looking for…and thanks to Allah the Almighty, now I can have chance to improve myself via this ‘ngaji’ :D

Terima kasih Ya Allah untuk kesempatan yang entah yang keberapa kalinya. Terima kasih Kak Pandu yang dengan penuh keterbukaan menerima saya yang kembali menjadi ‘newbie’ lagi di dunia ngaji ini. Terima kasih buat Ismud dan Sonny yang membantu proses kembalinya saya. Terima kasih kepada kelompok terbaruku yang bersedia menerima saya gabung, semoga kita bisa jadi saudara selamanya ya. Terima kasih kepada diri saya sendiri yang nggak pernah berhenti untuk berusaha untuk kembali.

Dan sekarang, ini saatnya untuk mengejar ketertinggalan dan memperbaiki diri untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dan lebih baik. Ganbatte kudasai!!

Epilog: Ini pertama kalinya saya menceritakan semua hal ini kepada umum. Sebelumnya saya menyimpannya untuk diri saya sendiri. Namun, kali ini saya berani mengungkapkan ini. Alasannya simpel, karena ini juga bagian dari perjalanan hidup saya yang nggak bisa saya hapus. Saya harus bisa melewatinya dengan elegan, dan bisa memaafkan diri saya sendiri. Setelah itu, saya baru bisa maju lagi tanpa harus terus-terusan dibayang-bayangi oleh hal yang lalu-lalu. Saya anggap semua yang saya ceritakan disini adalah pengalaman yang menjadi pelajaran bagi diri saya, dan juga untuk diambil hikmahnya. Satu insight/pelajaran/hikmah yang saya dapat dari semua ini, bahwa “Allah selalu punya solusi untuk setiap permasalahan hambanya, dan kita bisa menemukan solusi tersebut, asalkan kita punya niat dan tekad yang kuat, serta tidak berhenti untuk terus berusaha sampai berhasil menyelesaikan masalah tersebut.”

Senandung Hati Yang Sepi

Prolog: yap…you’ve already knew…this is another old poet from my last old blog…

Senyap.
Gelap.
Tanpa senyummu.
Tanpa hadirmu.

Dingin.
Ingin.
Membunuh sepi.
Hadirkan hati.

Dirimu.
Wajahmu.
Menghuni hatiku.
Walaupun dahulu.

Raga.
Sukma.
Memanggil namamu.
Lantunkan senandungmu.

Syahdu.
Mengadu.
Kupanjatkan harapku.
Pasrah tertuju.

Kamu.
Aku.
Akankah satu?
Tanpa meragu.

Karya puisi terbaru saya. Dibikin hari Sabtu malam / malam Minggu tanggal 2 Februari 2008. Sebenarnya puisi ini dibilang ungkapan hati ya bener juga, tapi dibilang nggak juga bener juga. Ya pokoknya pas itu tau-tau bikin puisi ini dan langsung jadi. Nggak ada niat bikin buat siapa-siapa. Bikinnya ada nggak niat banget karena ditulis menjadi suatu SMS di hape kesayangan gw.

Makna dari puisi ini adalah ungkapan hati seorang pecinta atas kegagalan cintanya di masa lalu. Bisa dibilang dia masih mencintai seseorang dari masa lalu itu. Ia masih mengharapkan agar mereka bisa bersatu. Yang paling saya suka itu adalah bait terakhir dari puisi ini, seakan bener-bener menutup dan menyimpulkan dengan cantik.

Kamu.
Aku.
Akankah satu?
Tanpa meragu.

Hehehe…pokoknya selamat menikmati lah…

Melodi Hari Ini

Prolog: Yak…another old poetry from my archives…gw suka klo nulis puisi tuh yang ada unsur-unsur keindahan alam dan ciptaan Allah SWT…kalo nggak salah puisi ini dibuat sekitar 2,5 tahun lalu…

Enjoy!

oleh: Mohamad Sidik

Ketika ku lihat semburat dari ufuk timur
Oh…indahnya hari ini, sayangku
Dan ketika ku pandang awan berarak riang
Ingin ku rangkai mereka membentuk wajahmu

Kicauan burung ramaikan suasana di hati
Alunan melodi indah karya Illahi
Bunga-bunga di taman pun tersenyum padaku
Teriring salam hantarkan kebahagiaan

Namun, Entah mengapa pagi ini tak indah lagi
Apakah yang terjadi pada hariku?
Cakrawala tersamar gelap kabut tanpa pelita
Alamku menggigil gemeretak gemetar hatinya

Mungkin ada keindahan yang akan pergi jauh
Tinggalkan diriku dalam penantian jiwa
Kapankah kau membawa kembali ceria
Dalam hatiku yang sedang dilanda gulana

Gulana tak terperi terasa berat di hati
Sampai hilang rasa dari sekumpulan nyawa
Entah bagaimana ku dapat kembali berdiri
Bangkit berlari mengejar mimpi-mimpi

Bawakan bintang ke atas langitku, sayangku
Hiasi dengan tawa sejukkan sudut sanubari
Biarkan diriku kembali hadirkan rindu
Tuk bersama dirimu sepanjang hari ini

Suratku Tuk Pelangi

Prolog: Alhamdulillah gw bisa dapetin backup data dari blog gw sebelumnya, www.sidicx.com. Walaupun begitu, gw nggak akan meng-import semua postingan dulu-dulu ke blog baru ini. Gw akan memilih postingan-postingan yang mau gw post ulang. Sesuai dengan pesanan Leni yang minta gw posting ulang puisi-puisi, so ini puisi pertama yang gw posting ulang.

Enjoy!

***

Langit gelap
Awan bergumul
Petir bersahutan
Dan sendiri ku di sini

Ragaku basah
Hatiku resah
Imajiku tak berarah
Fikirku serba salah

Kuingin kau ada
Di sampingku, bersamaku
Usir mendung dalam benakku
Hangatkan jiwaku yang tlah lelah

Dimanakah engkau berada?
Ingin ku berlari menujumu
Agar hilang gemuruh dalam dada
Biar cerah duniaku

Kutahu kau ada
Kan kau bawa indah cahaya
Pengganti hitam di atas langit ku
Sinarmu kan sepanjang waktu

Wahai kau pelangi
Indahkanlah cakrawala hati
Bersama mentari pagi
Hantarkan pengharapan tuk memulai hari

.:. Special for pelangi: Kutunggu hadirmu di hidupku….

Tuhan 9 Senti - Menyentil Nurani, Membelalakkan Mata Hati

Lagi iseng-iseng buka flashdisk yang lama, eh nemu sebuah masterpiece dari salah satu penyair terbaik negeri ini. Puisi Tuhan 9 Senti ini salah satu puisi favorit saya dan walaupun sudah berulang-ulang kali saya membacanya, ’sentilannya’ masih sangat terasa. Dan pada kenyataannya, sampai saat ini pun masih sesuai, karena si ‘tuhan 9 senti’ itu masih menancapkan kukunya kuat-kuat di bumi Indonesia ini. Mari kita sama-sama berdoa semoga simbol berhala duniawi itu segera dapat dilenyapkan dari muka bumi, setidaknya di bumi Indonesia. Amin.

Say NO to Cigarette!!

Tuhan Sembilan Senti

oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan
bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin
paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap
tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola,
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘eek’ orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang
kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati
karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Postingan Pertama Setelah Hello World

Assalamualaikum…

Postingan pertama nih setelah hello world, hehehe…

Insya Allah ke depannya gw (Mohamad Sidik aka sidicx) akan nge-blog di sini, udah nggak di www.sidicx.com lagi karena udah abis masa berlakunya…

Kenapa nggak diperpanjang?? setelah gw pikir-pikir, dan setelah ngeliat fakta bahwa selama 1 tahun ini gw jarang ngapdet blog, akhirnya gw memutuskan untuk menghentikan www.sidicx.com. Sayang kan udah bayar buat domain dan hostingan tapi nggak dimanfaatin. So, gw ngambil keputusan yang agak radikal ini.

Alasan lain adalah karena gw mulai ngerasa bosen, jenuh, dan jumud nge-blog. Itu juga salah satu alasan kenapa akhirnya www.sidicx.com jarang diapdet. Gw berharap, dengan pindahnya gw ke sini, semangat ngeblog dan berbagi inspirasi gw akan kembali lagi. Layaknya bayi yang baru belajar untuk berjalan, gw kembali menjadi “bayi” di Blogosphere ini…memulai dari awal lagi dengan semangat baru, semangat untuk menjadi lebih baik…

Jangan lupa yang diganti yang alamat blog gw yang udah ada di blogroll kalian…

Mari jadikan rumah baru ini nyaman untuk ditempati dan didatangi, hehe…

Wassalam…

Hello world!

Selamat datang di dagdigdug.com. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!